Sinopsis novel Nyanyi Sunyi dari Indragari
Pada April 1998, saat keadaan politik memburuk akibat jatuhnya harga
rupiah. Keadaan tersebut menyebabkan harga getah karet dan kayu melambung
tinggi. Markoni datang ke rumah dan mengatakan bahwa PT Riau Maju Timber
melakukan penebangan kayu hampir sampai perbatasan kampung sehingga
mengakibatkan beberapa hutan di kampung sebelah sudah lenyap. Panas terik
sepanjang tahun mengakibatkan beras menjadi langka, pohon karet tak
mengeluarkan getah karena tak tersiram air.
Penebangan hutan yang tidak terkontrol dan pembakaran yang dilakukan
membuat bencana itu selalu datang. Dampak penebangan hutan menyebakan banjir
tiap tahun dan kemarau membakar dan mengeringkan sawah ladang. Hingga suatu
ketika banjir bandang menerjang rumah dan menghanyutkan abah Kalid. Kematian
seorang ayah semakin menyalakan api dendam yang tumbuh di dada Kalid.
Lalu Kalid membakar base camp milik PT Riau Maju Timber yang menyebabkan
masyarakat banyak menderita akibat eksplorasi hutan yang dilakukan oleh
perusahaan tersebut. Khalid bersama teman-teman kemudian masuk penjara
yang mungkin membuat umi tertekan batin karena anak satusatunya berurusan
dengan masalah kriminal dan peristiwa tersebut mengakibatkan umi meninggal
hanya beberapa hari sebelum khalid keluar dari penjara.
Khalid datang ke kantor Dinas Kehutanan di Rengat
ketika libur kuliah dan mengatakan kepada mereka bahwa aktivitas PT Riau Maju
Timber di kampung kami harus dihentikan. Aktivitas tersebut menyebabkan hutan
habis dan banjir selalu datang menenggelamkan kampung. Ketika hakim selesai
membaca keputusan, kembali, mereka kalap dan mengatakan bahwa hukuman itu tidak
adil untuk Kalid. Khalid mulai memahami pedihnya menjadi orang miskin adalah
bagaimana supaya kami semua di kampung diperhatikan; sekolah dibangun dengan layak,
jalan dan jembatan dibuat dan orang-orang di kampung kami tidak bermental
terbelakang seperti itu.
Komentar
Posting Komentar