Langsung ke konten utama

Pertambahan penduduk dan migrasi serta pengaruhnya terhadap kebudayaan



Pertambahan dan pertumbuhan penduduk di Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki jumah penduduk yang sangat padat. Indonesia mempunyai jumlah penduduk yang sangat besar, bahkan termasuk wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, setelah China, India, dan Amerika Serikat. Dalam perkembangan jumlah penduduk dari beberapa tahun di Indonesia cenderung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 1998, jumlah penduduk Indonesia mencapai 207 juta jiwa, hingga tahun 2005 jumlah penduduk Indonesia mencapai 219 juta jiwa. Namun demikian, jika dilihat dari laju pertumbuhannya, penduduk Indonesia mengalami perlambatan pertumbuhan. Pada periode 1990-2000, laju pertumbuhan penduduk mencapai 1,46% per tahun. Namun untuk periode 2000-2005, terjadi perlambatan pertumbuhan hingga mencapai 1,34% per tahun.
Pertumbuhan penduduk secara umum dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu pertumbuhan alami, pertumbuhan migrasi, dan pertumbuhan penduduk total.
a. Pertumbuhan Penduduk Alami
Pertumbuhan penduduk alami adalah pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih kelahiran dan kematian. Pertumbuhan alami dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini.
b . Pertumbuhan Penduduk Migrasi
Pertumbuhan penduduk migrasi adalah pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih migrasi masuk dan migrasi keluar. Pertumbuhan penduduk migrasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini.
c . Pertumbuhan Penduduk Total
Pertumbuhan penduduk total adalah pertumbuhan penduduk yang disebabkan oleh faktor kelahiran, kematian, dan migrasi.
Penduduk dimanapun berada akan selalu bertambah. Pertumbuhan itu bisa saja dari kelahiran ataupun datangnya orang dari luar, Dan Penduduk itu juga bisa berkurang di sebabkan mininggal atau keluar wilayah. Maka, Jumlahnya bisa tetap atau berkurang.
Jadi Faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap pertambahan penduduk yaitu :
1. Kelahiran
2. Kematian
3. Penduduk Yang Datang
4. Penduduk Yang Pergi


Dampak pertumbuhan penduduk yang di akibatkan oleh pernikahan di usia muda,kemiskinan,dan pengangguran yang tinggi bisa menimbulkan masalah baru buat bangsa,untuk itu langkah-langkah  tepat perlu cepat di ambil agar semua penyebab semua masalah bisa teratasi.ada beberapa dampak yang di akibatkan oleh pertumbuhan penduduk contohnya dampak positif yang diakibatkan pertumbuhan penduduk adalah menjadi  unsur penting dalam usaha untuk meningkatkan produksi dan mengembangkan kegiatan ekonomi,dan ketersedian tenaga kerja yang melimpah. Selain dampak positif yang di timbulkan pertumbuhan penduduk,ternyata dampak negatif labih banyak dibandingkan dampak positif yaitu:
1.       Angka kemiskinan meningkat
2.       Angka pengangguran meningkat
3.       Lahan tempat tinggal dan bercocok tanam berkurang
4.       Angka kesehatan menurun
5.       Ketersediaan pangan sulit
6.       Angka kecukupan gizi memburuk
7.       Muncul wabah penyakit baru
8.       Pembangunan di daerah di tuntun banyak

Migrasi Penduduk

Penduduk setiap saat mengalami perubahan mengikuti keadaan yang mendukung di daerah tempat tinggal penduduk tersebut. Perpindahan penduduk merupakan satu hal yang nampak dari pergerakan penduduk. Perpindahan penduduk dari sat tempat ke tempat lain baik untuk menetap maupun sementara, perseorangan maupun kelompok disebut migrasi.
Migrasi adalah suatu bentuk gerak penduduk geografis, spatial atau territorial antara unit geografis melibatkan perubahan tempat tinggal yaitu dari tempat asal ke tempat tujuan. Ada dua jenis migrasi yaitu megrasi internal dan migrasi internasional. Emigrasi adalah migrasi internasional dipandang dari Negara asal/pengirim sedangkan imigrasi adalah migrasi internasional dipandang dari Negara penerima (Rusli: 1982).
Ada beberapa hal yang menyebabkan penduduk melakukan migrasi, seperti bencana alam, agama, politik, alasan ekonomi, dan kondisi alam. Misalnya bencana alam seperti gunung meletus, gempa, dan wabah penyakit yang akan mendorong penduduk melakukan migrasi ke daerah yang aman. Seperti yang terjadi di Aceh setelah kejadian tsunami 26 Desember 2004, banyak penduduk yang menetap di daerah lain yang dianggap lebih aman untuk melangsungkan kehidupan. Selain bencana alam, migrasi juga dapat disebabkan karena masalah agama, kebebasan beribadah sesuai agama ang dianut dan sikap saling menghormati antarumat merupakan modal seseorang untuk tetap bertahan dalam lingkungan masyarakat apabila kehidupan beragama tidak terjamin bagi kelangsungan dan keamanannya maka hal tersebut akan mendorong seseorang melakukan migrasi. 
Ketika seseorang mengalami kesulitan hidup di daerah tempat tinggalnya, hal itu bisa menjadi pendorong orang itu melakukan migrasi ke tempat lain yang menjanjikan bagi kehidupannya. Dan contoh lainnya seperti politik. Pergolakan politik yang memanas dan mengarah pada perbuatan yang anarkis di suatu daerah akan mendorong penduduk di daerah itu untuk melakukan migrasi, Indonesia merupakan salah satu negara yang dijadikan sebagai tempat pesinggahan, bahkan tempat tinggal tetap oleh warga negara Irak yang disebut menusia perahu untuk menghindar dari pergolakan politik d negaranya. Yang terakhir, ada kondisi alam perbedaan kekayaan sumber daya alam yang dikandung mendorong seseorang berusaha melakukan migrasi. Harapannya di daerah baru yang kaya dengan sumber daya alamnya akan menyokong kehidupannya.

Macam migrasi dapat dikelompokkan menjadi migrasi internasional dan migrasi nasional.
1    1. Migrasi Internasional
Migrasi internasional meliputi imigrasi, emigrasi dan repatria.
 2.Migrasi Nasional
Migrasi nasional meliputi urbanisasi, transmigrasi dan remigras.

                Dengan adanya wilayah yang memiliki suatu nilai lebih maka banyak orang/ penduduk pun yang akan pergi ke wilayah itu dikarenakan di wilayah ia tinggal sudah tidak ada lagi nilai lebihnya untuk berkelangsungan hidupnya. Proses migrasi pun punya cara yaitu:
• Proses migrasi ia menetap di suatu wilayah
• Proses migrasi hanya sementara diwilayah itu sewaktu-waktu ia dapat kembali lagi ke wilayah tempat  asalnya
• Hanya sekedar berlibur diwilayah itu.

Proses keberangkatan migrasi bisa dilakukan dengan cara-cara tertentu misalkan kalau imigran hanya satu orang bisa melakukannya dengan naik sepeda motor, kalau imigran dengan banyak orang satu keluarga maka bisa melakukannya dengan naik kendaraan roda empat atau juga naik kapal laut itulah yang biasa dilakukan imigaran dalam melakukan migarasi di Negara Indonesia.
Tahun pun makin lama makin berlaju dan proses imigrasi pun menjadi sangat lebih pesat dan perubahan yang terjadi dari mulai tahun yang lalu higga tahu ini sangatlah banyak, pada tahun ini tercatat banyak sekali imigran illegal/gelap yang tidak mendaftarkan dirinya pada sensus penduduk pada kota asalnya balia semua itu terjadi begitu saja tanpa adanya rasa kesadaran maka makin lama akan terjadi kepadatan penduduk akan teradi dan susah menanganinya dikarenakan susahnya mendata para imigran.

Pengaruh pertambahan dan pertumuhan penduduk terhadap perkembangan kebudayaan

                Pengaruh pertambahan dan pertumuhan penduduk terhadap perkembangan kebudayaan, Seperti yang kita ketahui, perkembangan budaya indonesia salalu saja naik dan turun. Pada awalnya, indonesia sangat banyak mempunyai peninggalan budaya dari nenek moyang kita terdahulu, hal seperti itulah yang harus dibanggakan oleh penduduk indonesia sendiri, tetapi sekarang-sekarang ini budaya indonesia agak menurun dari sosialisasi penduduk kini telah banyak yang melupakan apa itu budaya Indonesia. Semakin majunya arus globalisasi rasa cinta terhadap budaya semakin berkurang, nah disinilah terjadinya masalah penduduk yang akan merusak masyarakat Indonesia. Terlalu banyaknya kehidupan asing yang masuk ke Indonesia, masyarakat kini telah berkembang menjadi masyarakat modern.
Secara kategorikal ada 2 kekuatan yang memicu perubahan sosial, Petama, adalah kekuatan dari dalam masyarakat sendiri (internal factor), seperti pergantian generasi dan berbagai penemuan dan rekayasa setempat. Kedua, adalah kekuatan dari luar masyarakat (external factor), seperti pengaruh kontak-kontak antar budaya (culture contact) secara langsung maupun persebaran (unsur) kebudayaan serta perubahan lingkungan hidup yang pada gilirannya dapat memacu perkembangan sosial dan kebudayaan masyarakat yang harus menata kembali kehidupan mereka. contoh yaitu dari fashion/pakaian, terutama pakaian wanita karena pakaian wanita lebih banyak modelnya dibanding laki-laki seperti celana diatas lutut, bikini, dan lain-lain, khususnya para remaja yang menggunakan fashion tersebut inilah yang akan memicu permasalahan di dalam penduduk yang akan terjadi tindakan-tindakan asusila dan secara perlahan akan melupakan peninggalan khususnya di bidang fashion (batik, kebaya, dan lain-lain).


Sumber:
Buku Geografi dan Sosiologi SMP kelas VIII, Drs. Sugiharyanto, M.Si.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sinopsis Novel Nyanyi Sunyi dari Indragari

Sinopsis novel Nyanyi Sunyi dari Indragari Pada April 1998, saat keadaan politik memburuk akibat jatuhnya harga rupiah. Keadaan tersebut menyebabkan harga getah karet dan kayu melambung tinggi. Markoni datang ke rumah dan mengatakan bahwa PT Riau Maju Timber melakukan penebangan kayu hampir sampai perbatasan kampung sehingga mengakibatkan beberapa hutan di kampung sebelah sudah lenyap. Panas terik sepanjang tahun mengakibatkan beras menjadi langka, pohon karet tak mengeluarkan getah karena tak tersiram air. Penebangan hutan yang tidak terkontrol dan pembakaran yang dilakukan membuat bencana itu selalu datang. Dampak penebangan hutan menyebakan banjir tiap tahun dan kemarau membakar dan mengeringkan sawah ladang. Hingga suatu ketika banjir bandang menerjang rumah dan menghanyutkan abah Kalid. Kematian seorang ayah semakin menyalakan api dendam yang tumbuh di dada Kalid.  Lalu Kalid membakar base camp milik PT Riau Maju Timber yang menyebabkan masyarakat banyak menderita a...

Cerpen Pengemis Jalanan

Pengemis Jalanan Lonceng yang terbentuk dari logam kekuningan yang tergantung di depan ruang guru berbunyi tiga kali tanda jam pelajaran berganti dengan pulang sekolah. Seluruh siswa berbondong-bondong keluar kelas dan pergi ke rumah masing-masing. Setelah sampai ke rumah, Sucipun bergegas untuk mengganti pakaiannya. “Suci!” terdengar ibu memanggilnya dengan suaranya yang khas. Tanpa berpikir panjang Suci langsung menghampiri ibunya setelah menjawab panggilan ibu dan turun untuk menemui ibunya. “Ada apa bu?” serunya menjawab panggilan ibu. “Bibi sedang sakit, tolong gantikan bibi ke pasar sana!” jawabnya meminta. “Tapi kan bu…” “Sudah tidak apa-apa, nanti hanya membeli sayuran dan buah-buahan yang segar yang terdapat pada daftar belanjaan!” Padahal Suci belum melanjutkan pembicaraannya, tapi ibunya sudah memotong pembicaraannya. Dengan berat hati Suci pergi ke pasar membeli pesanan ibunya. Sesampainya di pasar, Suci malas sekali dengan suasana pacar yang becek dan r...

TUGAS PERTAMA MATA KULIAH METODE PENELITIAN 2018/2019

Review Jurnal Pengembangan Model Variable Review Period dengan Mempertimbangkan Order Crossover link jurnal : http://jurnalindustri.petra.ac.id/index.php/ind/article/view/18967 Abstract: In this paper, we propose a variable review period model using dynamic programming for order crossover problem. The proposed model is compared to an existing variable review period model and classical review period in terms of minimum inventory cost. The simulation is applied with six scenarios and sensitivity analysis is also done. The results show a variable review period model performs smaller inventory cost for small variation of lead-time compared to classical review period model. On the other hand, classical periodic review model is sensitive with the changes in the variation of demand distribution and service level. The proposed model gives the better solution compared to variable review period model for the six scenarios with the inventory cost saving as 11-42%. The sensitivity...